Sepatu sudah menjadi penunjang gaya seseorang. Tapi, tahukah Anda tren sepatu ternyata dipengaruhi oleh keadaan ekonomi?
Coba lihat gambaran ini. Pada 1920-an, sepatu bertumit rendah adalah pembuka jalan bagi tren high heels selama terjadinya Great Depression, krisis ekonomi dunia sebelum Perang Dunia II.
Sandal mulai jarang digunakan di akhir tahun 60-an dan pada tahun 1970-an saat terjadi krisis minyak, sepatu platform kembali menghiasi majalah Vogue. Lain lagi dengan tahun 90-an, yaitu saat marak penggunaan internet. Sepatu bertumit rendah mulai tergantikan oleh high heels.
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]
Labels: Fashion, Sepatu 0 comments
Tammy Lyn, seorang wanita asal Tulsa, Oklahoma, agaknya menangkap fenomena tersebut. Tanpa ragu, ia menawarkan sepatu boot karet 'Missoni for Target' miliknya seharga US$31 ribu atau sekitar Rp278,7 juta, di situs penjualan online eBay. Harga itu 885 kali lipat harga resmi, yang hanya US$34,99.
Lebih lanjut »»
Labels: Sepatu, Unik 1 comments
Penulis buku biografi ternama, Walter Isaacson, mengungkap alasan mengapa Jobs sengaja membuat isi lemari pakaiannya monoton. Ia menangkap cerita Jobs dalam sesi wawancara beberapa waktu lalu, untuk kepentingan karya terbarunya berjudul Steve Jobs, yang terbit akhir bulan ini. Cerita bermula saat Jobs mengunjungi pabrik Sony di Jepang pada tahun 1980-an. Jobs melihat semua orang di dalam pabrik mengenakan seragam. Ia diberitahu seorang pejabat perusahaan setempat, Akio Morita, bahwa pemakaian seragam dilakukan usai perang, karena saat itu tak ada yang berpakaian layak.
Lebih lanjut »»
Labels: Fashion, Unik 1 comments
Tak hanya mengundang decak kagum dari para penggila mode, fashion week yang digelar pada empat kota dunia: New York, London, Milan, dan Paris selama sebulan penuh itu juga penuh 'korban'.
Wajah menawan dengan postur yang sempurna, namun betis, tumit, dan pergelangan kaki para model penuh dengan memar karena penggunaan sepatu high heels sepanjang fashion week.
Seperti dilansir di Daily Mail, pada minggu terakhir pergelaran busana koleksi Louis Vuitton untuk tahun 2012 di Paris, terlihat pergelangan kaki para model dihiasi luka dan juga memar berwarna kuning tua. Bahkan, di lutut beberapa model dihiasi oleh plester untuk menutupi luka-luka yang terjadi.
Labels: Fashion, Lain-lain 0 comments
Sepatu tumbuh menjadi bagian gaya hidup. Orang tak lagi mengenakannya sekadar untuk melindungi kaki dari kotoran atau luka saat bepergian, tapi juga sebagai penunjang penampilan, bahkan menunjukkan kelas sosial.
Tak heran, jika sejumlah desainer berlomba menciptakan karya untuk mengakomodasi nafsu belanja para penggila sepatu. Berbagai model sepatu pun terus bermunculan menggeser tren yang begitu cepat berlalu.
Bagi Anda penggila sepatu, jangan lewatkan lima sepatu favorit yang akan memberikan penampilan yang berbeda.
1. Chunky Heels
Menggunakan stiletto musim ini akan membuat Anda terlihat kurang updated. Stiletto memang sempat tren di musim gugur tahun lalu, tapi bukan berarti kecantikan stiletto bertahan lama.
Beralihlah pada chunky heels. Salain membuat kaki Anda lebih stabil ketika berjalan, Anda pun akan terbebas dari high heels hangover di pagi hari. Tidak hanya terlihat seksi, chunky heels juga akan memberikan kesan cerdas pada penampilan Anda.
Labels: Fashion, Sepatu 0 comments
Inspirasi busana, aksesori, atau aplikasi kecantikan tersebut bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Beberapa malah bisa datang dari masa lalu. Anda ingin tahu apa saja? Berikut tren-tren fashion terunik seperti dilansir dari thegloss.com
1. Sepatu Teratai
Labels: Fashion, Unik 0 comments

